JAKARTA – Pemerintah Indonesia segera merealisasikan pembangunan Kampung Haji Indonesia yang berlokasi di kawasan Thakher, Makkah, Arab Saudi. Kawasan ini berada sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram dan diproyeksikan menjadi pusat pelayanan terpadu bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Pembangunan Kampung Haji merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap aspek kenyamanan, keamanan, dan efektivitas pelayanan jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Berdasarkan data resmi, pemerintah telah membeli secara bersyarat satu hotel di kawasan Thakher dengan kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, yang mampu menampung sekitar 4.383 jemaah haji Indonesia. Selain itu, pemerintah juga mengakuisisi lahan seluas sekitar 4,9 hingga 5 hektare di depan hotel tersebut untuk pengembangan kawasan Kampung Haji.
Kawasan ini direncanakan akan dikembangkan menjadi kompleks terintegrasi yang terdiri dari 13 menara (tower) serta satu pusat perbelanjaan (mal) yang menunjang kebutuhan jemaah selama berada di Makkah.
Dari sisi aksesibilitas, Kampung Haji Indonesia berada di lokasi strategis karena akan terhubung langsung dengan Masjidil Haram melalui Jembatan Al-Hujun. Pembangunan jembatan tersebut saat ini sedang berlangsung dan ditargetkan rampung pada 2026, sehingga diharapkan dapat memperlancar mobilitas jemaah.
Pemerintah menilai keberadaan Kampung Haji akan memberikan sejumlah manfaat, antara lain menekan biaya operasional penyelenggaraan haji, mengurangi ketergantungan pada transportasi, serta meminimalkan risiko kelelahan dan keterlambatan jemaah menuju Masjidil Haram.
Selain itu, Kampung Haji juga dirancang memiliki fasilitas kesehatan terpadu untuk memastikan penanganan medis yang cepat dan efektif, khususnya bagi jemaah lansia dan berkebutuhan khusus. Sistem layanan berbasis digital yang transparan juga akan diterapkan guna meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan haji.
Kepemilikan aset Kampung Haji oleh pemerintah Indonesia diharapkan dapat dimanfaatkan secara produktif melalui skema pembiayaan syariah. Langkah ini dinilai mampu mengurangi beban biaya jangka panjang sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi jemaah haji Indonesia.
Dengan hadirnya Kampung Haji Indonesia, pemerintah berharap penyelenggaraan ibadah haji dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan khusyuk, sekaligus menjadi tonggak penting dalam reformasi layanan haji nasional.





